Terjebak dalam Kabut
Ia ibarat kabut dalam hidupku. bersifat samar, tak dapat ku genggam namun nyata dan memenuhi ruang dalam relung hatiku. kau tau kan? Kabut membawa suasana sejuk, hening, dan memperlambat langkah siapapun yang terburu-buru. begitupun ia, kehadirannya membawakan ketenangan ditengah langkahku yang terburu-buru. ia menghentikan langkah gontaiku. sekali lagi, ia seperti kabut sosok yang mustahil untuk dapat ku dekap. berulangkali ku tegaskan, ia seperti kabut yang tampak nyata didepan mata, memenuhi seluruh pandanganku dan menyejukkan jiwaku yang telah lelah. Namun, saat tanganku terjulur untuk menggenggamnya, jemariku hanya menembus udara kosong. Ia ada, tetapi tidak pernah benar-benar menjadi milik-ku. aku semakin menyadari, jika terlalu lama terjebak dalam "kabut", aku bisa saja kehilangan arah. tulisan ini semakin tak beraturan, tapi semoga saja ia paham maksutku. tapi aku kembali tersadar bahwa ia takkan pernah membaca tulisan ini. telah ku tulis sebuah bahasa ka...