Terjebak dalam Kabut

Ia ibarat kabut dalam hidupku. bersifat samar, tak dapat ku genggam namun nyata dan memenuhi ruang dalam relung hatiku. 
kau tau kan? Kabut membawa suasana sejuk, hening, dan memperlambat langkah siapapun yang terburu-buru. begitupun ia, kehadirannya membawakan ketenangan ditengah langkahku yang terburu-buru. ia menghentikan langkah gontaiku. 
sekali lagi, ia seperti kabut sosok yang mustahil untuk dapat ku dekap. berulangkali ku tegaskan, ia seperti kabut yang tampak nyata didepan mata, memenuhi seluruh pandanganku dan menyejukkan jiwaku yang telah lelah. Namun, saat tanganku terjulur untuk menggenggamnya, jemariku hanya menembus udara kosong. Ia ada, tetapi tidak pernah benar-benar menjadi milik-ku. 
aku semakin menyadari, jika terlalu lama terjebak dalam "kabut", aku bisa saja kehilangan arah.


tulisan ini semakin tak beraturan, tapi semoga saja ia paham maksutku. tapi aku kembali tersadar bahwa ia takkan pernah membaca tulisan ini. 




telah ku tulis sebuah bahasa kalbuku melalui sastra puitis untukmu "R- Meniup Kabut"

Genggam yang Menembus Angin
Di awal, kau datang sebagai pagi yang paling tenang
Membawa sejuk, meredam segala riuh yang gersang
Kau memenuhi sudut mataku, menjelma menjadi ruang
Tempat jiwaku yang lelah sempat merasa pulang.
Kau sedekat embun di ujung jemari
Mengaburkan jarak, memeluk sepi yang menyendiri
Hadirmu adalah damai yang tak sempat kutawar
Membuat rasa kagum ini tumbuh kian menjalar.
Namun kini aku tersadar dalam sunyi yang paling berat
Bahwa mencintaimu adalah seni meraba bayang-bayang sesaat
Kau ibarat kabut yang mengepung seluruh pandangan
Tampak begitu nyata, namun runtuh dalam genggaman.
Setiap kali lenganku terbuka untuk mendekapmu
Jemariku hanya menembus udara hampa yang semu
Kau begitu dekat untuk bisa kurasakan
Tapi terlalu jauh untuk bisa kupertahankan.
Kini sejukmu telah berlalu, berganti dingin yang mengiris
Meninggalkan basah di pipi dalam genangan gerimis
Kau adalah keindahan yang singgah lalu menyisakan perih
Sebab aku harus merelakan apa yang tak pernah bisa kupilih.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gunung Ranti : Pendakian Menantang dan Sensasi Diatas Awan

Tentang Sore Hari

DUNIA SEORANG PENYIAR RADIO