Aku adalah Kabut

ya lagi lagi aku harus tau diri, harus sadar diri. tidak cantik, tidak pula (baik) dan pun tak menarik. mengagumi seseorang yang tak sedikitpun menoleh ke arahku, itu memang menyedihkan tapi mau gimana lagi rasa ini tumbuh begitu saja tanpa aku yang meminta. 

Mostly tiap hari selalu update tentang-nya, bagaimana dia hari ini. jari ini ga lepas scroll media sosial miliknya, ingin tau apa yang terbaru dari dirinya. bolak-balik cek instagramnya, facebooknya, story whatsappnya, cek telegramnya, hingga tiap jam selalu cek blogspot dia. 

Aku selalu kagum dengan semua yang ia tulis dalam blogspotnya. bahkan aku slalu menanti-nanti "hari ini dia menulis apa lagi ya" akupun selalu excited membacanya. namun hari ini , sebuah tulisannya sedikit menyadarkan aku, menohok hati. 

ternyata dia seorang lelaki yang belum selesai oleh satu nama, bisa dibilang mungkin dia gagal move on hmmm.. bagaimana bisa, aku sangat menyukai  seorang yang bahkan ia pun masih mengingat satu nama dalam hatinya. ditampar oleh fakta, bahwa aku hanya debu dalam kehidupannya. 

atau bahkan aku adalah kabut. seperti yang ia tulis berulang kali "clear the fog". 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gunung Ranti : Pendakian Menantang dan Sensasi Diatas Awan

Tentang Sore Hari

DUNIA SEORANG PENYIAR RADIO